Minggu, 02 November 2014

ingin cantik pakai lipstik malah kena kanker

Maksud hati ingin cantik pakai lipstik , malah kena kanker

Kosmetik merupakan
senjata utama bagi wanita untuk
meningkatkan kepercayaan dirinya.
Tapi bagaimana jika salah satu
kosmetik andalan Anda yaitu lipstik
atau lip gloss justru dikatakan dapat
menyebabkan kanker karena
kandungannya yang berbahaya?
Sekelompok peneliti dari AS
menemukan beberapa merek lipstik
populer yang dijual di berbagai
apotek dan department strore di
Amerika terbukti mengandung
logam beracun yang berpotensi
menimbulkan masalah kesehatan
bagi orang yang memakainya.
Awalnya tim peneliti dari Berkeley's
School of Public Health, University of
California meminta 12 gadis berusia
14-19 tahun yang tergabung dalam
kelompok pemuda Asia dan tinggal
di wilayah dengan penduduk
berpendapatan rendah di Oakland,
California untuk mencatat merek
dan nama produk dari semua jenis
lip gloss yang sering mereka pakai
di rumah.
Kemudian peneliti membawa daftar
ini ke toko dan membeli produk-
produk tersebut dengan jumlah 32
buah (8 lipstik dan 24 lip gloss).
Setelah dilakukan tes spektrometri,
peneliti menemukan kandungan
logam timah, kadmium, kromium,
aluminium dan lima logam lainnya
dengan kadar yang dapat terdeteksi
dalam produk-produk tersebut,
artinya kadar kandungan logam-
logam tersebut cukup signifikan.
Seperti dilansir cbsnews, Jumat
(3/5/2013), timah ditemukan pada 24
produk atau 75 persen dari
keseluruhan produk yang diuji dan
kesemua produk tersebut terbukti
mengandung ketiga jenis logam
yaitu mangan, titanium dan
aluminium.
Separuh produk mengandung timah
dengan konsentrasi di atas 0,1 parts
per million (ppm) atau konsentrasi
logam yang ada pada kemasan
penutup permen yang seringkali
dikonsumsi anak-anak di Amerika
dan disetujui FDA.
Namun konsentrasi logam antara
satu produk dengan produk lain
bervariasi. Misalnya, peneliti
menemukan sebuah produk yang
memiliki konsentrasi kromium yang
tertinggi (9,72 ppm) dan konsentrasi
kadmium, mangan dan timah
tertinggi kedua (masing-masing
2,16 ppm; 35,3 ppm dan 1,25 ppm).
Sayangnya peneliti tidak
menemukan pola yang jelas untuk
memprediksi kadar toksin atau
racun berdasarkan merek, warna,
jenis dan harga produk (yang
berkisar antara 6-24 dollar Amerika).
Disamping itu, peneliti juga
menganalisis potensi risiko paparan
toksin melalui perbandingan
frekuensi penggunaan lipstik
dengan konsentrasi toksin yang
ditemukan di dalamnya. Hasilnya
digolongkan ke dalam dua kategori:
'penggunaan rata-rata' dan
'penggunaan berat'.
Peneliti mengklaim paparan
kromium dari 10 produk terbukti
melebihi paparan harian yang dapat
ditolerir jika diukur dengan
'penggunaan rata-rata'. Kromium
diketahui sebagai salah satu
karsinogen bagi manusia karena
dapat menyebabkan kanker paru-
paru atau tumor di perut jika dihirup
atau ditelan.
Sedangkan 'penggunaan berat'
dapat menyebabkan paparan
aluminium yang berlebihan pada
satu produk yang diuji, begitu pula
dengan paparan kromium pada 22
produk yang diuji. Tak hanya itu,
konsentrasi mangan yang
berpotensi bahaya juga ditemukan
pada tujuh produk yang diuji.
Jenis logam lain yang ditemukan
yaitu kadmium adalah karsinogen
lain yang juga dapat menyebabkan
kanker paru-paru dan kerusakan
pada sistem pernafasan ketika
dihirup. Peneliti menduga
'penggunaan berat' pada 10 produk
yang mereka uji juga dapat
menyebabkan kelebihan paparan
kadmium pada orang yang
memakainya.
Kendati begitu perkiraan paparan
timah pada produk-produk ini
ternyata masih di bawah kadar
paparan harian yang dapat ditolerir,
meski penggunaannya tinggi.
Namun peneliti memperingatkan
jika anak-anak berisiko tinggi
terhadap efek paparan timah
tersebut, terutama pada anak-anak
karena sejauh ini efek timah paling
menonjol ditemukan pada anak-
anak yang sedang dalam masa
pertumbuhan.
"Tapi penemuan kandungan logam-
logam ini semata tidaklah penting,
yang terpenting adalah
konsentrasinya. Pasalnya beberapa
logam beracun ternyata mempunyai
konsentrasi yang dapat
memberikan dampak jangka
panjang," tandas ketua tim peneliti
S. Katharine Hammond, profesor
ilmu kesehatan lingkungan dari UC
Berkeley.
Hammond dan rekan-rekannya
menyimpulkan jika lipstik dan lip
gloss bisa saja memberikan risiko
spesifik bagi para konsumen karena
produk-produk itu akan tertelan dan
terhirup sedikit demi sedikit oleh
orang-orang yang
menggunakannya. Untuk itu,
peneliti pun merekomendasikan
agar setelah seharian dipakai, bekas
lipstik harus dibersihkan dengan
benar agar paparan logamnya
berkurang.

Sumber https://www.facebook.com/pages/Tips-Kesehatan/519607541408225

Tidak ada komentar:

Posting Komentar