Minggu, 02 November 2014

Mau angkat telp

Mau angkat telp ?, pakai tangan yang mana ?, otak lah penentunya


Ketika ada panggilan
masuk di ponsel, mungkin Anda
mengira proses pemilihan telinga
dan tangan mana yang Anda
gunakan untuk menerima telepon
hanyalah dipengaruhi oleh
spontanitas saja. Padahal sebuah
studi baru mengatakan jika
pemilihan telinga mana yang
digunakan untuk mengangkat
telepon itu ditentukan oleh otak.
Menurut studi yang dilakukan tim
peneliti dari Henry Ford Hospital di
Detroit, AS, ada korelasi yang kuat
antara dominasi otak dengan
kecenderungan penggunaan
telinga tertentu untuk merespons
panggilan masuk di ponsel. Studi ini
pun telah memastikan bahwa lebih
dari 70 persen partisipan
menempelkan ponselnya pada
telinga yang sama dengan salah
satu tangan yang dominan mereka
gunakan.
Jadi orang yang dominan
menggunakan otak kiri (95 persen
dari populasi) lebih sering
menggunakan tangan kanan
mereka untuk menulis dan
melakukan tugas sehari-hari. Begitu
pula ketika mengangkat telepon,
meski tak ada perbedaan
kemampuan pendengaran antara
telinga kiri maupun kanan.
Sebaliknya, orang yang dominan
memakai otak kanan lebih sering
menggunakan tangan kiri untuk
menggenggam ponsel dan
menempelkannya ke telinga kiri
mereka.
"Temuan kami memunculkan
sejumlah implikasi, terutama dalam
hal pemetaan pusat bahasa di otak,"
tandas Michael Seidman, M.D., FACS,
direktur divisi bedah otologi dan
neurotologi di Department of
Otolaryngology-Head and Neck
Surgery, Henry Ford Hospital, AS
seperti dilansir Timesofindia,
Minggu (19/5/2013).
"Dengan menentukan korelasi
antara dominasi otak dan
kecenderungan penggunaan
telinga dan tangan untuk
menelepon, kami bisa
mengembangkan cara yang lebih
murah dan tak begitu invasif untuk
menentukan sisi otak yang mana
yang menjadi lokasi pusat bahasa
dan bicara seseorang ataupun
memetakan aktivitas otak
seseorang," lanjutnya.
Lewat studi ini, peneliti pun
memberikan bukti tambahan bahwa
kaitan antara penggunaan ponsel
dan munculnya tumor di kepala,
otak dan leher tidaklah relevan.
Kalaupun ada, menurut Seidman,
tampaknya perkembangan tumor di
organ-organ tertentu itu lebih
cenderung bergantung pada 'dosis'
penggunaan ponsel itu sendiri.
Studi ini akan dipublikasikan dalam
JAMA Otolaryngology-Head and Neck
Surgery

Sumber https://www.facebook.com/pages/Tips-Kesehatan/519607541408225

Tidak ada komentar:

Posting Komentar